LasV8jPZL4gE8QBfXk23XwqPRm5ze4erYggRwefD

5 Makanan Khas Kalimantan Tengah

 

Kalimantan Tengah merupakan sebuah provinsi terbesar yang ada di pulau Kalimantan, Indonesia. Di Kalimantan Tengah didiami oleh tiga etnis yang paling dominan yaitu suku Banjar, Jawa dan Dayak. Oleh karena itu, tidak heran jika hal tersebut sangat mempengaruhi berbagai sektor yang ada, terutama sektor kuliner yang terlihat cukup mencolok. Kalimantan Tengah memiliki wisata kuliner yang sangat enak dan lezat. Berikut beberapa ulasan mengenai makanan khas Kalimantan Tengah.

Juhu Umbut Sawit

Juhu umbut sawit merupakan salah satu jenis sayuran khas suku Dayak Ngaju yang diambil dari bonggol pohon kelapa. Juhu umbut sawit memiliki bentuk dan warna yang tidak jauh berbeda seperti rebung yang berwarna putih. Meskipun begitu, jika berbicara mengenai rasa juhu umbut sawit dengan rebung tentunya cukup berbeda. Pasalnya juhu umbut sawit memiliki rasa yang jauh lebih manis dibandingkan dengan rebung.

Juhu umbut sawit biasanya disajikan di berbagai acara, seperti acara pernikahan maupun acara syukuran. Perlu diketahui, suku Dayak sangat menyukai juhu umbut sawit meskipun masih mentah. Sehingga tidak mengherankan jika sayuran ini sering dijadikan hidangan wajib saat upacara-upacara adat. Masyarakat setempat sering mengonsumsi juhu umbut sawit dengan sambal untuk menambah rasa kelezatannya.

Wadi

Wadi merupakan makanan khas yang terbuat dengan bahan dasar utama daging babi atau ikan. Proses pembuatan wadi ini cukuplah sederhana yaitu dengan cara dibusukkan. Cara pembuatan wadi ialah daging atau ikan yang dijadikan sebagai bahan dasar tersebut harus dibersihkan dan direndam ke dalam air garam selama 10 jam, sebelum dilumuri dengan bumbu-bumbu (sa’mu atau kenta) yang terbuat dari campuran beras ketan putih.

Selain itu, Anda juga bisa membuat bumbunya dari biji jagung yang sudah disangrai hingga berubah warna menjadi kecoklatan. Setelahnya, Anda bisa menumbuknya dengan cara manual ataupun di blender. Selanjutnya, Anda dapat membaluri ikan atau daging yang sudah diangkat dan mengerti ke dalam bumbu-bumbu yang sudah diracik tersebut. Kemudian Anda bisa menyimpan daging tersebut ke dalam toples, kotak kaca ataupun plastik kedap suara.

Daging ikan biasanya disimpan 3-5 hari dan untuk daging  disimpan lebih dari 1 minggu. Jika Anda sudah melewati proses pembusukan maka wadi tersebut bisa langsung diolah, baik itu dengan digoreng ataupun dimasak. Perlu diingat, jika Anda salah dalam membuat bumbu wadi maka akan membuat rasa wadi menjadi tidak lezat atau bahkan tidak bisa dimakan. Untuk itu, jangan heran jika wadi ini lebih sering dibuat oleh orang yang memang sudah ahli dalam membuat wadi yang lezat.

Kalumpe

Kalumpe merupakan makanan khas dari Suku Dayak yang sangat menyehatkan. Pasalnya, kalumpe atau lebih dikenal dengan karuang ini dibuat dengan menggunakan bahan dasar daun singkong. Untuk proses pembuatan kalumpe cukuplah sederhana, yaitu dengan menumbuk daun singkong hingga halus. Setelahnya tambahkan terong pipit atau terong kecil sebagai bahan pelengkapnya. Bagi Anda yang menyukai pedas maka bisa menambahkan sambal terasi ke dalam kalumpe.

Bangamat

Bangamat atau paing merupakan makanan khas dari suku Dayak yang dibuat dengan bahan utama kelelawar besar ataupun kalong. Perlu diketahui, untuk membuat bangamat Anda tidak bisa dengan menggunakan kelelawar jenis pemakan serangga ataupun penghisap darah. Biasanya suku Dayak menggunakan kelelawar jenis pemakan buah sebagai bahan dasar bangamat. Umumnya kelelawar ini memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan kelelawar jenis lainnya.

Biasanya suku Dayak membuat bengamat dengan cara dimasak, namun Anda harus terlebih dahulu membersihkan kuku-kuku kelelawarnya, bulu kasa ditekuk, usus, hingga punggungnya. Setelah semuanya dibersihkan baru kelelawar tersebut bisa dimasak dengan menggunakan bumbu yang cukup banyak. Selain itu, proses memasak bangamat juga bisa dengan bumbu-bumbu sederhana seperti daun pikauk, serai hingga daun yang memiliki rasa asam.

Tidak hanya itu saja, perlu diketahui bangamat umumnya lebih sering dimasak dengan sayuran hati batang pisang yang telah dipotong-potong, ataupun dengan menggunakan salur kelasi yang sudah dipotong-potong. Meskipun banyak cara untuk memasak bangamat, namun bangamat tetap memiliki rasa yang sangat lezat dan enak.

Juhu umbut rotan

Juhu umbut rotan merupakan makanan khas dari suku Dayak yang terbuat dari rotan sebagai bahan utamanya. Umbut rotan atau sering disebut uwut nang’e oleh masyarakat setempat memang menjadi salah satu makanan khas yang cukup unik. Pasalnya makanan khas Kalimantan Tengah ini menggunakan rotan muda ataupun tunas yang telah tumbuh pada pangkal rotan sebagai bahan utamanya.

Pada dasarnya, dengan menggunakan rotan muda untuk pembuatan umbut rotan maka dapat menghasilkan tekstur yang kenyal dan tidak terlalu keras, sehingga lebih lezat saat dimakan. Perlu Anda ketahui, umbut rotan ini biasanya digunakan sebagai sayuran. Juhu umbut roton tidak sama seperti rebung, sebab rotan memiliki rasa yang agak pahit dan gurih, sehingga Anda harus menambahkan bumbu-bumbu khusus ketika membuat umbut rotan.

Proses pembuatan umbut rotan terbilang cukup sederhana, pertama Anda bisa membersihkan kulit rotan muda lalu potonglah dengan ukuran yang kecil. Setelahnya Anda bisa memasak umbut rotan bersamaan dengan terong asam ataupun ikan baung. Jika sudah matang maka Anda bisa langsung menikmati umbut rotan yang memiliki rasa gurih, agak kepahit-pahitan, asam yang juga dipadupadankan dengan rasa manis dari daging ikan.

Juhu umbut rotan memang sudah populer dengan kaya rasa yang dimilikinya. Oleh karena itu, jangan heran jika banyak sekali wisatawan lokal maupun asing yang tertarik untuk mencicipi makanan khas, kuliner Nusantara, Kalimantan Tengah ini.

Terbaru Terlama
Ghina Shelvira
Kesehatan adalah hal utama. Menulis dan membaca menjadi kegemaran. Kopi menjadi teman saat menulis, Sarapan hal wajib.

Related Posts

Posting Komentar